Senin, 28 Januari 2019

TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ribuan Ekor Belangkas


www.indoblog.me - TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ribuan Ekor Belangkas, Penyelundupan tujuh ribu ekor belangkas dari Aceh memakai kapal motor bernama lambung KM Lumba-Lumba, diawaki tiga anak buah kapal (ABK) masyarakat Negara Indonesia, kemudian berhasil dihentikan personil TNI Angkatan Laut di perairan Aceh Timur.

Dan Kesempatan ini KRI Patimura-371 Satkor Koarmada sukses tangkap kapal membawa muatan ilegal yakni tujuh ribu ekor belangkas yang memang adalah hewan dilindungi. Disangka hewan itu akan dibawa ke lokasi Thailand, tutur Komandan KRI Patimura-371 Letkol Laut (P) Mandri Kartono bermakna info tertulisnya

Penyelundupan itu dihentikan pada hari Kamis malam. Pengungkapan penyelundupan bermula waktu KRI Patimura-371 melakukan patroli seperti biasanya saja.

Kemudian pada Waktu itu memang kami memperoleh kontak kapal yang meresahkan persisnya dengan tempat 04° 18' 82" U - 098° 22' 98" T, di seputar perairan Aceh Timur, jelas Mandri.

TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ribuan Ekor Belangkas

Menindaklanjuti hal itu, KRI Patimura-371 melakukan mekanisme pengejaran, penangkapan, serta penyidikan yang kemudian diteruskan atas kontrol serta pemeriksaan pada muatan, ABK serta dokumen kapal itu, katanya.

Kemudian berdasar pada hasil kontrol muatan, diketemukan hewan belangkas yang disembunyikan di bermakna sisi palka. Sesaat hasil dari penelusuran dokumen, nakhoda KM Lumba-Lumba tidak dapat tunjukkan dokumen muatan yang resminya.

Dan diluar itu, hewan belangkas adalah hewan yang dilarang untuk di-export. Bagi karenanya KM Lumba-Lumba disangka lakukan pelanggaran sebab muatan tidak cocok atas dokumen dan disangka semua dokumen kapal palsu, tegas Mandri.

Dan Ia juga menjelaskan, tiga ABK itu disangka melanggar Undang-Undang Nomer lima Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Resapi serta Ekosistemnya, dan SK Menhut No dua belas/Kpts/II/1987.

Dan atas basic pendapat pelanggaran itu, kata Mandri, untuk proses kontrol kian lanjut diperintah supaya KM Lumba-Lumba itu dibawa ke Lantamal Belawan atas langkah dipending sebab alami rusaknya mesin.