Selasa, 29 Januari 2019

Apa Itu Tercyduk, Misteri Bahasa Gaul di Jaman Milenial


www.indoblog.me - Apa Itu Tercyduk , Misteri Bahasa Gaul di Jaman Milenial. Sosial media ikut serta dlm proses perubahan serta peningkatan bahasa Indonesia. Lebih, belumlah dewasanya penutur bahasa Indonesia dlm memakai bahasa yang 'seharusnya' jadi kebanggaan semua rakyat Indonesia itu.

Internet wabilkhusus sosial media yang ada dalam dunia maya sudah ikut serta meningkatkan, melahirkan arti, serta merubah arti satu arti yang awal mulanya telah ada. Tentunya, lewat pemakai media sosial yang besar sekali, perihal itu tentu punya pengaruh dlm bahasa Indonesia keseluruhannya. Diperparah kembali, rutinitas pihak Indonesia yang menyukai 'anut grubyuk' alias senang ikutan.

Banyak sekali arti yang dilahirkan dari rahim sosial media serta di besarkan dalam dunia maya. Sebutlah saja arti 'pelakor', 'mager', 'magabut', serta beberapa istilah lainnya. Belumlah arti 'bani unta', 'kecebong' dan sebagainya serta selanjutnya.

Lalu, yang lahir dari rahim sosial media yang cukup terakhir ialah kata 'tercyduk', ya tulisan yang jauh dari aturan bahasa Indonesia itu telah jadi arti lucu-lucuan yang banyak dipakai bagi akun-akun humor serta meme di sosial media.

Jelas yang disebut atas 'tercyduk' sebetulnya ialah kata 'terciduk'. Akan tetapi sebab sudah terburu ngetrend memakai huruf y untuk ganti huruf i, jadi semua ikutan. Jika ditulis standard aturan bahasa Indonesia mungkin di rasa kurang greget serta kurang lucu.

Apa Itu Tercyduk, Misteri Bahasa Gaul di Jaman Milenial

Sebetulnya apakah sich makna tercyduk yang seringkali dipakai dlm meme di sosial media. Jika dicari kata tercyduk dlm Kamus Besar Bahasa Indonesia, jelas akan tidak dapat dipakai. Mka mesti dicari atas tulisan yang pas. Yakni tertangkap dari kata basic ciduk.

Dlm KBBI edisi ke empat kata Ciduk mempunyai keterangan makna seperti berikut:

ciduk/ci·duk/ n cedok air dibikin dari tempurung kelapa dan lain-lain yang dikasih bertangkai;

Mengenai kata turunan dari kata itu ialah menciduk, tertangkap, serta cidukan. Yang semasing diterangkan seperti berikut.

menciduk/men·ci·duk/ v satu ambil atas ciduk (gayung, sendok, dan lain-lain); mencedok; dua arti kiasannya: ambil untuk ditahan (mengenai alat negara, polisi): polisi sudah ~ dua gembong penjahat ini;

tertangkap/ter·ci·duk/ v satu telah diambil
atas ciduk (gayung, sendok, dan lain-lain); dua arti majas: telah diambil untuk ditahan;

cidukan/ci·duk·an/ n hasil menciduk

Berdasar pada keterangan diatas bisa didapati jika kata ciduk bersinonim atas gayung, dlm bahasa Jawa diketahui arti cibuk yang bukan sekedar mengacu dengan gayung yang dibikin dari tempurung kelapa, tetapi pun emua type gayung. Bahkan juga dlm bahasa Jawa, kata cibuk tak akan adalah kata benda tetapi ada juga yang dimaknai menjadi verba.

Contohnya dlm kalimat nyibuk banyu, bermakna ambil air denan langkah 'nyibuk' memakai alat tempat penampungan, tidak dikocorkan dari lubang penampungannya.

Nah, dlm bahasa Indonesia ada arti majas tertangkap ialah diamankan polisi. Perihal itu dikarena mass media yang seringkali memakai arti tertangkap maupun ditangkap untuk memvisualisasikan aktor kriminil yang sudah diamankan polisi. Contohnya dlm kalimat Polisi sukses menciduk gerombolan pencuri di persembunyiannya. Maupun kalimat Preman ini ditangkap sesudah memalak masyarakat.

Dlm perubahannya, tertangkap yang ditulis tercyduk terakhir itu alami pergeseran arti. Maupun juga bisa dimaksud atas pelebaran arti. Bila dahulu tertangkap ialah majas untuk aksi yang dikerjakan bagi polisi, waktu itu tertangkap yang ditulis tercyduk mempunyai arti tertangkap basah maupun bisa dipotret.

Pemakaian Kata Tercyduk di Alat Sosial

Serupa sudah diterangkan awal mulanya jika kata tercyduk seringkali dipakai menjadi meme di sosial media. Akan tetapi, yang disebut tercyduk tidak saja tertangkap basah.

Pemakaian tercyduk di sosial media begitu luas. Ada pihak atas muka yang begitu mencurigakan, dapat ditulis di bawahnya. Ada juga gambar yang tunjukkan pihak lakukan kekeliruan maupun pelanggaran, juga bisa ditulis tercyduk di bawahnya.

Jadi, tercyduk di sosial media tidak hanya terbatas, sekenanya saja bagi pembuatnya.

Kata tercyduk pun terkait atas kalimat yang seringkali dipakai di sosial media yakni kalimat 'masih gue pantau'. Hubungannya atas kata tercyduk ialah jalinan proses. Sebab masih tetap sebatas diawasi yang berkaitan belumlah ditangkap.

Kata tercyduk benar-benar sebatas untuk seru-seruan saja. Akan tetapi, alangkah sebaiknya bila penulisannya masih memakai aturan bahasa Indonesia yakni tertangkap.