Minggu, 04 Januari 2015

100 Contoh Judul Penelitian Biologi Murni Bagian Pertama

Berikut adalah 100 Contoh Judul Penelitian Biologi Murni Bagian Pertama atau bagian pertama yang mungkin anda butuhkan sebagai pelajaran atau sebagai bahan ujian anda dalam bidang tersebut dan silahkan disimak saja ya ^_^

Yang dimana informasi yang disampaikan dibawah ini adalah salah satu informasi yang akan sangat membantu anda yang kebetulan membutuhkan sebagai referensi utama anda.

Kumpulan Judul Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Biologi Terbaru 2015

  1. Impatiens balsamira L dengan pemberian kafein
  2. Aktifitas harian jalak bali (Leucopsar rothschildi Stresemann,1912) pasca pelepasan di Semenanjung Prapat Agung Balai Taman Nasional Bali Barat
  3. Analisa vegetasi hutan mangrove di kawasan hutan Nusa Lembongan Kec.Nusa Penida Kab.Klungkung Bali
  4. Analisis DNA dalam study keragaman genetik burung jalak Bali (Leucopsar rotchildi) dan jalak putih (Stumus melanopterus) sebagai dasar strategi konservasi
  5. Analisis kandungan antosianin pada daun mahkota bunga mawar (Rosa sp) sebagai penyedia pewarna alami
  6. Analisis komposisi hutan mangrove di hutan mangrove Jimbaran Timur Denpasar Bali
  7. Analisis komposisi jenis–jenis tumbuhan mangrove di hutan Pemogan Kec.Denpasar Selatan,Kab. Dati II Badung Prop.Dati I Bali
  8. Analisis komposisi vegetasi di bagian barat pulau Menjangan TNBB
  9. Analisis komposisi vegetasi hutan Penelokan pada bekas lahar gunung Batur Bangli Bali Timur
  10. Analisis kromosom jeruk keprok (Citrus nobilis Lour.var.macrocarpa) jeruk siam (Citrus nobilis Lour.var.microcarpa) dan jeru limau
  11. Analisis kualitas air tukad unda, dan tukad jinah di kabupaten klungkung ditinjau dari aspek fisik, kimia dan mikrobiologi
  12. Analisis kualitas air tukad unda, tukad jinah di kabupaten klungkung ditinjau dari aspek fisik, kimia dan mikrobiologi
  13. Analisis kwalitas air sumur dalam di wilayah kel.Kuta Kab.Badung
  14. Analisis vegetasi hutan mangrove di pantai Hera Kec.Dili Timur Kab.Dati II Dili Prop.Dati I Timor Timur
  15. Antibiotika pada bahan pengencer semen terhadap daya tahan hidup spermatozoa babi
  16. Aplikasi tehnik invitro dan transformasi genetik sistem Agrobacterium tumefaciens pada perbanyakan tanaman jeruk siem (Citrus nobilis var. microcarpa)
  17. Assay mikrobiologi beberapa tanaman obat yang di ekstrak dengan DCM (dichloromethane)
  18. Beberapa aspek biologi katak sawah (Rana cancrivora Grauh) di kecamatan Denpasar Timur dan Denpasar Barat Kota Madya denpasar
  19. Bioremediasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Chadmium (Cd) dengan Tumbuhan Air (Limnocharis flava dan Nymphaea stellata)
  20. Daerah jelajah biawak komodo (Varanus komodoensis) di
  21. Daya antibakteri dari madu Apis sp. dan Trigona sp.terhadap bakteri E. coli dan deteksi Salmonella sp.yang diisolasi dari kuning telur ayam kampung (Gallus domesticus)
  22. Daya hambat beberapa antibiotika terhadap pertumbuhan bakteri gram negatif dan bakteri gram positif
  23. Daya hambat ekstrak daun sirih (Piper betle) terhadap beberapa bakteri gram positif dan gram negatif
  24. Daya hambat ekstrak temu putri (Curcuma petiolata) pada beberapa bakteri gram negatif
  25. Daya patogenitas bakteri Vibrio parahaemolyticus terhadap larva udang windu Panaeus monodon
  26. Daya simpan hidup spermatozoa babi landrace setelah semen diencerkan dengan bahan pengencer sitrat kuning telur dan air kelapa muda pada berbagai kadar pengenceran
  27. Daya tahan hidup (survival) dan pertumbuhan (growth) Rhizophora apiculata di kawasan hutan tanaman Prapat Benoa Suwung Denpasar
  28. Deteksi kandungan bakteri Escherichia coli pada ikan pindang yang beredar di Denpasar
  29. Distribusi dan aktifitas elang brontok anak jenis Nusa Tenggara (Spizaetus sp) di TN Gn Rinjani Lombok NTB
  30. Distribusi dan sensus burung gelatik jawa ( Padda oryzivora L) dan jalak putih (Sturnus nelanopterus ) di Bali
  31. DNA fingerprinting populasi tanaman jati (Tectona Grandis L) di hutan Bali Barat untuk membantu penanganan illegal logging
  32. Efek toksik Pb terhadap struktur tubulus seminiferus testis mencit (Mus musculus strain Balb C)
  33. Efektivitas ekstrak rimpang jahe (Zingiber officinalis), kunyit (Curcuma domestica) dan lengkuas (Alpinia galanga) dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum musae penyebab penyakit antraknose pada buah pisang (Musa paradisiacal L)
  34. Erosion hazard level of otan watershed Tabanan regency
  35. Fluktuasi kandungan bakteri Coli pada aliran sungai Ayung di wilayah Belusung Kabupaten Badung
  36. Gambaran kromosom politen Culex lutzia, Anopheles parangesis dan Aedes laninger
  37. Gambaran kromosom politen pada jenis lalat buah Drosophila melanogaster, D. bipectinata, D. sp. 5 dan D.sp. 12
  38. Gambaran mikroanatomi kromatofora squama ikan mas (Cyprinus carpio L) setelah pemberia getah patah tulang (Euphorbia tiricicolli L)
  39. Guna dan Ramah Lingkungan
  40. Hubungan keanekaragaman makrozoobentos dengan kualitas air di sungai mati
  41. Hubungan kualitas air dan terumbu karang terhadap keanekaragaman jenis ikan hias di perairan pantai Candidasa Kab.Karangasem
  42. Hutan kemasyarakatan pada kawasan hutan produksi di desa pejarakan kec. Grokgak kab. Buleleng
  43. Identifikasi Alel–Alel Sepuluh Lokus DNA Mikrosatelit Masyarakat Bali Aga Tenganan Pengringsingan Karangasem Dan Sembiran Buleleng untuk Penyediaan Database DNA Forensik
  44. Identifikasi cendawan penyebab kerukan buah pisang ambon (Musa sapicutum L) setelah pemberian tanin di penyimpanan
  45. Identifikasi jenis–jenis burung kokokan (Ardeidae) di pulau Gianyar
  46. Identifikasi kromosom pada Caladium bicolor , C. hortulanum “Miss Muffet”, C.l. “Ace of Hearth” dan Colocasia esculenta
  47. Induksi poliploidi pada melon (Cucumis melo L) menggunakan kholkhisin
  48. Inventaris jenis fungsi tumbuhan untuk upacara caru Eka Sato di desa adat Penglipuran,Kec.Bangli Kab.Bangli Bali
  49. Inventarisasi anggota Psocidae (Psocoptera) di TNBB
  50. Inventarisasi bakteri vibrio dari udang windu (Penaeus monodoh) pada tambak intensif di Negara
  51. Inventarisasi gulma pada tanaman kedelai (Glycine max ) di Kelurahan Sempidi Badung.
  52. Inventarisasi gulma pada tanaman padi di Dusun Selat Desa Belega Blahbatuh
  53. Inventarisasi jamur yang merugikan pada telur dan larva kepiting bakau (Scylla serrata Forskal) di Sub Balidita Gondol Singaraja Bali
  54. Inventarisasi kupu–kupu di Kebun Raya Eka Karya Bali
  55. Inventarisasi kupu–kupu di Teluk Terima TNBB
  56. Inventarisasi moluska di perairan pantai Sanur Kec. Denpasar Timur Kotamadya Denpasar Prop.Tk I Bali
  57. Inventarisasi permudaan alami dan buatan hutan mangrove pada bekas areal ”cable water skiing” Suwung Kangin Denpasar Selatan Bali
  58. Inventarisasi Psocidae (Psocoptera: Insecta) sebagai indikator kerusakan lingkungan di Nusa Penida dan Kawasan Bali Timur
  59. Inventarisasi rumput laut pada zona intertidal di perairan pantai Parerenan desa Buduk Kec.Mengwi Kab.Badung Prop.Bali
  60. Inventarisasi spesies anggota Psocidae (Psocoptera) di Semenanjung Bukit Jimbaran Bali
  61. Inventarisasi spesies lalat buah Drosophilla di kawasan Taman Nasional Bali Barat
  62. Inventarisasi spesies lalat buah Drosophilla di Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan
  63. Inventarisasi spesies lalat buah Drosophilla pada beberapa kebun buah yang berbeda di Bali Utara
  64. Inventarisasi spesies lalat buah Drosophilla pada beberapa ketinggian tempat
  65. Inventarisasi spesies lalat buah Drosophilla pada tempat dengan ketinggian 500 m dari permukaan laut
  66. Inventarisasi tumbuhan obat tradisional di Desa Trunyan
  67. Isolasi bakteri E.coli dan Salmonmella sp.dari telur ayam kampung dan hambatan pertumbuhan oleh madu kemasan
  68. Isolasi dan Identifikasi bakteri pada kloaka biawak komodo(Varanus komodoensis ) di Gilimotang dan Loh Kima Rinca Taman Nasional Komodo, NTT
  69. Isolasi dan identifikasi bakteri pada saliva anak biawak komodo di Loh liang Taman Nasional Komodo
  70. Isolasi dan identifikasi cendawan pada cabai (Capsicum annum L) yang terserang busuk dan antraknose di penyimpanan
  71. Isolasi dan Identifikasi Jenis–jenis Bakteri yang terdapat pada kloaka Biawak Komodo ( Varanus komodoensis)
  72. Isolasi DNA dan polimerase chain reaction beberapa kultivar salak Bali
  73. Jenis–jenis burung diurnal di Bukit Tumpeng
  74. Jenis–jenis jamur patogen penyebab penyakit busuk lunak pada umbi kentang (Solanum tuberosum L) di pasar Blahbatuh dan pasar Gianyar
  75. Kadar kolesterol HDL Darah Kelinci jantan (Oryctolagus caniales ) yang diberi jus alpokat.
  76. Kadar kolesterol Total Darah kelinci jantan (Oryctolagus) yang diberi jus apokat
  77. Kandungan coliform dan total mikroba penampungan air hujan sistem lapangan di Desa Pecatu Kec.Kuta Kab.Badung
  78. Kandungan logam berat di muara sungai Badung dan sungai Mati
  79. Kandungan logam berat pada beberapa pupuk organik yg beredar di pasaran
  80. Kandungan timah hitam (plumbum) pada tanaman peneduh jalan di kota Denpasar.
  81. Karakteristik morfologi buah naga putih, merah dan super merah
  82. Keanekaragaman anggota Psocidae (Psocoptera Insekta) di Peg.Masehe Kab.Tk.II Jembrana Bali
  83. Keanekaragaman anggota Psocidae, Psocoptera (Insekta) di Kawasan Hutan Wisata Alam Penelokan Kec.Kintamani Kab.Tk.II Bangli Bali
  84. Keanekaragaman burung di Cekik TNBB
  85. Keanekaragaman Burung di lagoon Nusa Dua
  86. Keanekaragaman Burung di Pulau Nusa Penida
  87. Keanekaragaman burung di Pulau Nusa Penida Kab.Klungkung Propinsi Bali
  88. Keanekaragaman dan distribusi spatial rumput laut di perairan pantai Sawangan Kecamatan Kuta
  89. Keanekaragaman hasil tangkap jenis ikan di area rumpon di perairan Antaran Kab.Buleleng Bali
  90. Keanekaragaman jenis burung diurnal di hutan mangrove Suwung Kec. Denpasar Selatan Kotamadya Denpasar Prop.Daerah Tk I Bali
  91. Keanekaragaman jenis burung diurnal di kawasan pariwisata Nusa Dua dan Kuta Kab.Daerah Tk I Bali
  92. Keanekaragaman jenis makrozoo benthos di sekitar outlet lagoon BTDC Nusa Dua
  93. Keanekaragaman makrozoobentos berdasarkan peruntukan perairan Danau Beratan Kab Tabanan Bali
  94. Keberadaan ektoparasit hewani pada benih ikan mas (Cyprinus carpio) yang dibudidayakan di balai benih ikan
  95. Keberadaan hewan makrobentos sebagai penduga tingkat pencemaran perairan pantai Nusa Dua
  96. Keberadaan permudaan alami mangrove di hutan mangrove Teluk Gilimanuk Jembrana
  97. Keberhasilan perkembangan telur Aedes aegypti L menjadi imago di dalam air PAM, air sumur dan air hujan.
  98. Keberhasilan perkembangan telur Aedes aegypti menjadi imago di dalam air PAM, air sumur dan air hujan
  99. Kehadiran semai (anakan pohon) mangrove di hutan mangrove Pemogan Denpasar Selatan
  100. Kemampuan Autsbiosis beberapa algae hijau (Chlorophyceae) dari pesisir pantai sanur Bali 
Dan hanya itu saja info seputar 100 Contoh Judul Penelitian Biologi Murni Bagian Pertama dan untuk yang bagian kedua silahkan KLIK DISINI dan yang untuk bagian ketiga silahkan KLIK DISINI terima kasih.